Jelaga: A Weblog

April 7, 2003

Lateral Thinking

Filed under: Puzzles
Otak

Pernah mendengar istilah lateral thinking? Istilah ini dikemukakan pertama kali tahun 1967 oleh Edward de Bono, seorang psikolog asal Malta.

Saya termasuk penggemar puzzle yang didasarkan pada konsep lateral thinking ini. Puzzle jenis ini sering kali aneh-aneh (baca: garing?), tetapi menuntut penjelasan yang masuk akal. Kadang situasi yang disajikan sangat tidak lengkap sehingga bisa menghasilkan begitu banyak variasi jawaban. Akan tetapi, biasanya ada saja jawaban yang paling masuk akal dan dianggap benar. Puzzle seperti ini bisa melatih Anda untuk berpikiran terbuka, fleksibel, dan kreatif dalam menghubungkan setiap petunjuk yang diberikan.

Berikut adalah sebuah contoh puzzle lateral thinking:

“A man rode into town on Friday. He stayed for three nights and then left on Friday. How come?”

Jawabannya?

“The man’s horse was called Friday.”

Garing, kan? :) Mungkin, namun inilah jawaban logis yang bisa diberikan!

Contoh lainnya:

“One day Kerry celebrated her birthday. Two days later her older twin brother, Terry, celebrated his birthday. How come?”

Ini salah satu jawaban yg paling logis:

“At the time she went into labor, the mother of the twins was travelling by boat. The older twin, Terry, was born first early on March 1st. The boat then crossed the International Date line (or any time zone line) and Kerry, the younger twin, was born on February the 28th. In a leap year the younger twin celebrates her birthday two days before her older brother.”

Duh.

Puzzle lain bisa Anda lihat di sini.

[entri lama]

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

April 5, 2003

Hantu

Filed under: Personal, Khazanah
Hantu

Tetangga saya bercerita dengan semangat bahwa dua malam yang lalu, sewaktu dia terbangun tengah malam, dia mendengar suara cewek tertawa ngikik beberapa kali. Tengah malami! Menurutnya, diperkirakan suaranya datang dari kebun kosong di depan rumah saya.

“Waah, itu sih kuntilanak!” timpal tetangga yg lain.

Ah, masa sih? Bisa jadi kan, suara itu memang benar-benar suara cewek yg kebetulan lewat sana?

“Jam satu malam? Yang bener aja!”

“Saya pernah lho, liat kelebatan hitam yang perginya ke sumur tua itu!”

“Pasti kuntilanak!!!”

Hiiiii….

Di mana pun, cerita hantu selalu ada. Entah itu di budaya Barat, apalagi di Timur yang tradisi kleniknya masih sangat kental. Dan hantu sudah jadi bagian dari kebudayaan, diakui ataupun tidak. Bisa jadi dia adalah representasi dari ketakutan-ketakutan kita pada segala hal yang berhubungan dengan kehidupan gaib, seperti kematian; wujud ketakutan kita pada apa yang tak terjelaskan tetapi ada dan mengancam…

Dan pada perkembangannya, hantu ternyata sudah menjadi komoditi. Coba lihat di televisi, tak ada satu hari pun yang terlewatkan tanpa acara hantu-hantuan ini. Saking banyaknya, jadinya malah sudah tidak seram lagi. Mungkin kalau kelak saya bertemu dengan hantu sebenarnya, bisa jadi saya malah mengajak salaman, “Eh, kamu yang di tipi itu ya? Minta tanda tangannya doong!” :)

Pernah lihat hantu?

[entri lama]

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

April 3, 2003

Matematika

Filed under: Matematika
Matematika

Banyak orang yang mengagumi matematika, bukan semata karena matematika adalah sesuatu yang sulit dan menyeramkan bagi kebanyakan orang, tetapi lebih karena banyaknya hal yang mengejutkan di sini. Begitu banyak aspek menyenangkan sekaligus juga menakjubkan yang bisa ditemukan dari matematika.

Jangankan kebenaran matematika, kesalahannya pun masih tetap menarik.

Contohnya kasus raw number—data mentah; the reporting of an ‘impressive’ number that is meaningless without something to compare it to. Contohnya pernyataan ini: Mobil-mobil di Amerika menghasilkan polusi lebih dari satu juta ton setiap harinya. Anda tentu terkesan karena membayangkan bilangan satu juta ton.

Namun coba kita ganti pernyataan tadi dengan ini: Mobil-mobil di Amerika setiap harinya menyebabkan polusi sebanyak 0.000000001% dari kapasitas udara di atmosfer. Pada kalimat ini—saya berani menebak—Anda tentu tidak terlalu terkesan dibandingkan dengan kalimat pertama. Padahal faktanya sama! Inilah raw numbers, kita harus membandingkannya dengan hal lain agar bisa lebih bermakna.

Ada juga yang aneh-aneh:

A) The Japanese eat very little fat and suffer fewer heart attacks than the British or Americans.
B) On the other hand, the French eat a lot of fat and also suffer fewer heart attacks than the British or Americans.
C) The Japanese drink very little red wine and suffer fewer heart attacks than the British or Americans.
D) The Italians drink excessive amounts of red wine, and also suffer fewer heart attacks than the British or Americans.
E) Conclusion: Eat & drink what you like. It’s speaking English that kills you.
- Author Unknown

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here