Hantu

Tetangga saya bercerita dengan semangat bahwa dua malam yang lalu, sewaktu dia terbangun tengah malam, dia mendengar suara cewek tertawa ngikik beberapa kali. Tengah malami! Menurutnya, diperkirakan suaranya datang dari kebun kosong di depan rumah saya.
“Waah, itu sih kuntilanak!” timpal tetangga yg lain.
Ah, masa sih? Bisa jadi kan, suara itu memang benar-benar suara cewek yg kebetulan lewat sana?
“Jam satu malam? Yang bener aja!”
“Saya pernah lho, liat kelebatan hitam yang perginya ke sumur tua itu!”
“Pasti kuntilanak!!!”
Hiiiii….
Di mana pun, cerita hantu selalu ada. Entah itu di budaya Barat, apalagi di Timur yang tradisi kleniknya masih sangat kental. Dan hantu sudah jadi bagian dari kebudayaan, diakui ataupun tidak. Bisa jadi dia adalah representasi dari ketakutan-ketakutan kita pada segala hal yang berhubungan dengan kehidupan gaib, seperti kematian; wujud ketakutan kita pada apa yang tak terjelaskan tetapi ada dan mengancam…
Dan pada perkembangannya, hantu ternyata sudah menjadi komoditi. Coba lihat di televisi, tak ada satu hari pun yang terlewatkan tanpa acara hantu-hantuan ini. Saking banyaknya, jadinya malah sudah tidak seram lagi. Mungkin kalau kelak saya bertemu dengan hantu sebenarnya, bisa jadi saya malah mengajak salaman, “Eh, kamu yang di tipi itu ya? Minta tanda tangannya doong!”
Pernah lihat hantu?
PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)









![Validate my RSS feed [Valid RSS]](/images/rssvalid.gif)




