Lateral Thinking

Pernah mendengar istilah lateral thinking? Istilah ini dikemukakan pertama kali tahun 1967 oleh Edward de Bono, seorang psikolog asal Malta.
Saya termasuk penggemar puzzle yang didasarkan pada konsep lateral thinking ini. Puzzle jenis ini sering kali aneh-aneh (baca: garing?), tetapi menuntut penjelasan yang masuk akal. Kadang situasi yang disajikan sangat tidak lengkap sehingga bisa menghasilkan begitu banyak variasi jawaban. Akan tetapi, biasanya ada saja jawaban yang paling masuk akal dan dianggap benar. Puzzle seperti ini bisa melatih Anda untuk berpikiran terbuka, fleksibel, dan kreatif dalam menghubungkan setiap petunjuk yang diberikan.
Berikut adalah sebuah contoh puzzle lateral thinking:
“A man rode into town on Friday. He stayed for three nights and then left on Friday. How come?”
Jawabannya?
“The man’s horse was called Friday.”
Garing, kan?
Mungkin, namun inilah jawaban logis yang bisa diberikan!
Contoh lainnya:
“One day Kerry celebrated her birthday. Two days later her older twin brother, Terry, celebrated his birthday. How come?”
Ini salah satu jawaban yg paling logis:
“At the time she went into labor, the mother of the twins was travelling by boat. The older twin, Terry, was born first early on March 1st. The boat then crossed the International Date line (or any time zone line) and Kerry, the younger twin, was born on February the 28th. In a leap year the younger twin celebrates her birthday two days before her older brother.”
Duh.
Puzzle lain bisa Anda lihat di sini.
PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)









![Validate my RSS feed [Valid RSS]](/images/rssvalid.gif)




