Jelaga: A Weblog

July 26, 2005

Sinetron Kita

Filed under: Televisi
Sinteron Indonesia Menjiplak

Kebanyakan sinetron Indonesia memang menyedihkan. Ceritanya itu-itu saja: orang kaya yang marah-marah dan peran utama yang melulu tertindas. Semua karakter ditampilkan dengan hitam dan putih. Tokoh jahat ditampilkan benar-benar jahat seolah-olah tak ada kebaikan sedikit pun di dalam dirinya. Sementara tokoh baik ditampilkan bak malaikat seolah-olah tak ada sedikit pun keburukan pada dirinya. Tentu saja ini tidak manusiawi karena manusia hidup di daerah abu-abu.

Pun, sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa sinetron kita ini banyak yang merupakan hasil contekan dari sinetron luar, biasanya dari Hongkong, Jepang, atau Korea. Ketika dikonfirmasi, para produser atau sutradara biasanya mengelak dengan mengatakan, “Ini bukan mencontek, tetapi terinspirasi saja.” Yeah, right. Terinspirasi sampai mirip 90%? Yang bener aja.

Sinetron terbaru dari TransTV ini adalah salah satunya. Sinteron ini tanpa malu-malu mencontek habis-habisan serial Friends yang terkenal itu, sementara produsennya hanya berkilah, “Kami memang sedikit terinspirasi sukses Friends, tapi SWGL tidak meniru Friends.”

Padahal, dikutip dari Kompas,

Tidak dibutuhkan seorang genius pun untuk segera melihat bahwa tokoh Adam dalam SWGL adalah ”jelmaan” dari tokoh Ross Geller (David Schwimmer) dalam Friends. Kemudian berturut-turut Mia adalah Monica Geller (Courteney Cox), Rara adalah Rachel Green (Jennifer Aniston), Ivan adalah Chandler Bing (Matthew Perry), Leo adalah Joey Tribbiani (Matt Le Blanc), dan Putri adalah Phoebe (Lisa Kudrow).

Sigh. Terinspirasi dan menjiplak itu adalah dua hal yang sangat berbeda, Tuan.

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

July 22, 2005

Harry Potter and the Half-Blood Prince

Filed under: Buku
Harry Potter and the Half-Blood Prince

Buku keenam serial Harry Potter, Harry Potter and the Half-Blood Prince, sudah diluncurkan di negara asalnya, Inggris, pada 16 Juli lalu. Selain dalam cetakan biasa, buku ini juga diterbitkan dalam edisi Braille.

Meskipun edisi berbahasa Inggris sudah bisa didapatkan, tampaknya kehebohan Harry Potter di Indonesia terpaksa harus ditunda dulu karena terjemahan buku ini diperkirakan baru akan rilis awal tahun depan. Awal tahun lalu, pembaca Indonesia sampai harus antre saat penerbit buku Harry Potter, Gramedia Pustaka Utama, mengadakan acara khusus ketika launching buku terjemahan Harry Potter kelima, Harry Potter dan Orde Phoenix.

Namun lamanya proses penerjemahan buku ini sepertinya sebanding dengan hasilnya yang memang bagus. Kelihaian J.K. Rowling dalam memilih kata-kata yang sering kali “aneh” dapat diimbangi oleh Listiana Srisanti yang harus kreatif memilih padanannya yang tepat dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh, Mirror of Erised dengan cemerlang beliau terjemahkan menjadi Cermin Tarsah! (sesuai dengan kemampuan cermin tersebut, erised jika dibalik huruf-hurufnya menjadi desire, dan tarsah menjadi hasrat.).

Oh ya, seperti biasanya, versi ebook-nya pun (bajakan, tentu saja) telah beredar, sejak hari pertama peluncuran bukunya di Inggris.

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

July 14, 2005

Please…

Filed under: Personal

Menyebalkan!

Seorang teman kerja saya—perempuan—sering kali menelepon meminta bantuan soal komputer. Saat meminta tolong, suaranya berubah menjadi memelas dengan intonasi seperti seorang ibu yang sedang menasihati anaknya.

“Ka, tolongin dooong… Pleeeease.”
“Ada masalah apa?”
“Aku kok gak bisa save file sih.”
Error-nya apa?”
“Gitu-gitu deh, gak ngerti.”

Sebenernya gak begitu bermasalah dengan permintaan-permintaannya, hanya saja saya kok semakin sebal dengan gaya memelasnya itu.

“Ka, aku ada problem komputer nih. Tolongin dooong….”
“Problem apa, ya?”
Pleeeease.”
“IYA, problemnya APA?”
“Kok kamu marah gitu sih?”

&#[$&)%*(@*!!

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

July 13, 2005

Menerjemahkan Itu…

Filed under: Situs, Opini
Menerjemahkan

Siapa bilang menerjemahkan itu gampang? Kefasihan Anda berbahasa asing tidak lantas menjadi jaminan bahwa Anda pun mahir dalam menerjemahkan.

Dulu kita—tepatnya: saya—sempat terbuai saat membaca buku-buku Kahlil Gibran yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Sri Koesdiantinah. Sampai sekarang pun keindahan kalimat-kalimat itu masih terasa. Kemudian beberapa tahun terakhir, karya penyair Lebanon ini banyak pula diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit lain. Kualitasnya ternyata memang lebih baik. Di sampul. Isinya? Saya sama sekali tidak bisa menikmatinya.

Tentu dibutuhkan lebih dari sekedar kemampuan berbahasa untuk menerjemahkan sebuah literatur. Misalnya, Anda harus terlebih dahulu menangkap gagasan si penulis buku. Anda juga mungkin harus mengenal keadaan sosial budaya tempat si penulis itu tinggal, menguasai disiplin ilmu dari buku yang sedang Anda terjemahkan, bahkan—kalau perlu—selidiki terlebih dahulu biografi si penulis. Dengan demikian hasil terjemahan akan mendekati keindahan aslinya karena, dengan upaya-upaya tadi, Anda telah berusaha menghadirkan “roh” si penulis dalam hasil terjemahan Anda.

Itulah sebabnya mengapa hasil terjemahan software-penerjemah secanggih apapun akan terasa sangat kering dan kehilangan nyawanya. Apalagi jika hasil terjemahan tersebut adalah hasil terjemahan dari bahasa lain yang juga merupakan hasil terjemahan dari bahasa lainnya lagi. Seperti yang bisa Anda coba di situs ini.

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

July 8, 2005

Penipuan Lewat SMS

Filed under: Personal
SMS Palsu

Malam tadi saya menerima sebuah SMS dari nomor +6281319538607 yang menyatakan bahwa saya mendapatkan hadiah dari Telkomsel. Isi pesan tersebut adalah:

Plgn Yth: No.SIM CARD anda m-dptkan POINT Hadiah dari PT. TELKOMSEL. Hub Call Center: 021-70029792 021-70170974
Pengirim:
+222

diikuti dengan 34 buah baris kosong.

Entah ini kali keberapa mendapat SMS sejenis ini, saya tidak pernah iseng menghitung. Dulu di awal-awal, saya biasanya membalas dengan “BOHONG!”, “TIPU NI YEEE!”, “DUNGU LU!”, dan sejenisnya. Sekarang sudah malas dan bosan karena saking seringnya.

Suatu kali, paman saya pernah mencoba menelepon nomor yang disebut-sebut sebagai call center itu. Pura-pura tertarik, paman mendengarkan penjelasan si penipu dengan tekun. Sandiwara harus terhenti karena ketika si penipu sedang membacakan nomor rekeningnya, paman terkikik pelan. Telepon langsung ditutup sepihak.

Heran, hari gini ternyata masih saja ada orang jahat nan keji bin biadab yang mencoba melempar manggis, menipu dengan harapan ada yang percaya; yang pada kenyataannya, ternyata memang banyak yang percaya dan lalu tertipu.

Sudah banyak cerita di media massa yang memberitakan korban-korban penipuan SMS yang kehilangan puluhan juta akibat terlalu girang mendapat keberuntungan tanpa teliti mengecek terlebih dahulu kebenarannya.

Bagaimana ya, caranya biar praktik penipuan lewat SMS ini bisa diberantas secara efektif? Sepertinya harus ada usaha proaktif yang lebih giat dari pihak kepolisian, bahu-membahu dengan penyedia jasa telekomunikasi, serta perbankan.

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

Next Page »

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here