20.000 Mil di Bawah Lautan

Sabtu kemarin, di tengah perjalanan pulang dari Cikampek—setelah menghadiri acara perpisahan seorang teman yang akan pergi jauh—saya tertarik dengan buku-buku bekas yang dijual di emperan jalan di kawasan UKI. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah sebuah buku berjudul 20.000 Mil di Bawah Lautan karya Jules Verne. Harganya 10 ribu rupiah, sama rata dengan harga buku lainnya yang berserakan dengan berbagai macam ukuran dan ketebalan.
Buku setebal 444 halaman ini dialihbahasakan langsung dari bahasa Prancis oleh Nh. Dini, dan diterbitkan pada tahun 2004 oleh penerbit Enigma dari Yogyakarta. Buku yang berjudul asli Vingt Mille Lieues Sous Les Mers dan terbit tahun 1870 ini sudah merupakan public domain dan dapat Anda temukan di Project Gutenberg dalam berbagai bahasa, termasuk versi berbahasa Inggris. (Saat tulisan ini dibuat, situs tersebut tidak dapat diakses, tetapi karya Jules Verne ini—juga karyanya yang lain—dapat Anda temukan di Zvi Har’El’s Jules Verne Collection atau di The Literature Network.)
Meskipun baru membaca setengahnya, saya dapat mengatakan—walaupun terdapat beberapa typo di dalamnya—bahwa buku ini sangat menarik, bercerita tentang petualangan seru Kapten Nemo—seorang jenius yang eksentrik—bersama Aronnax, Conseil, dan Ned Land dalam mengarungi dunia bawah samudera selama 10 bulan sepanjang 20.000 mil. Perjalanan mereka menjelajahi kedalaman samudera, bertemu dengan berbagai keindahan dan keajaiban kehidupan di bawah lautan (yang sebagian memang nyata sementara sebagian lainnya hanyalah imajinasi belaka) telah semakin memantapkan Jules Verne sebagai seorang pelopor pengarang fiksi ilmiah yang karya-karyanya sering kali dianggap berupa “ramalan” sehingga mengilhami para ilmuwan untuk mewujudkannya.
Meskipun demikian, dalam hal ini, terdapat kesalahan konsepsi yang sudah terlanjur dianggap benar. Menurut Nh. Dini dalam kata pengantarnya, cerita petualangan dalam buku ini kemudian mengilhami para ilmuwan untuk menciptakan sebuah kapal selam. Bahkan menurutnya, kapal selam nuklir pertama yang berhasil dibuat oleh manusia diberi nama Nautilus, sama seperti nama kapal selam di dalam buku ini.
Barangkali kapal selam yang dimaksud adalah USS Nautilus (SSN-571) yang dibuat pada 1954. Meskipun bernama Nautilus, kapal selam ini tidak mendasarkan namanya pada nama kapal selam khayalan pada buku ini. Angkatan Laut Amerika Serikat telah menamai kapal selam pertama mereka dengan USS Nautilus pada tahun 1803, lebih dari 60 tahun sebelum Verne memberi nama kapal selam milik Kapten Nemo dengan nama yang sama. Bahkan kapal selam pertama yang pernah dibuat oleh manusia (masih sederhana dan tenggelam tidak lama setelah pembuatannya) telah dibuat pada tahun 1800 dan juga diberi nama Nautilus.
Namun demikian, tentu saja hal tersebut tidak dapat mengurangi serunya cerita petualangan di dalam buku ini.
PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)









![Validate my RSS feed [Valid RSS]](/images/rssvalid.gif)




