Jelaga: A Weblog

September 5, 2003

Nasruddin Hodja

Filed under: Khazanah
Nasruddin Hodja

Nasruddin Hodja adalah sebuah legenda dari Timur Tengah. Beberapa negara—di antaranya Iran, Turki, dan Persia—menyatakan bahwa Nasruddin berasal dari negaranya.

Sewaktu kecil, dia sering membuat ulah yang menarik bagi teman-teman di sekolahnya sehingga mereka lupa akan pelajaran sekolah. Seorang gurunya yang bijak bestari pernah berkata kepadanya: “Nasruddin, jika engkau dewasa kelak, engkau akan menjadi orang yang sangat bijaksana. Akan tetapi sebijaksana apapun ucapanmu, engkau akan tetap ditertawakan orang.”

Nasruddin Hodja adalah lambang kebijakan. Setelah Iran, Turki, Persia, dan juga Afganisthan menyatakan bahwa Nasruddin berasal dari negaranya, belakangan Rusia pun menyatakan bahwa Nasruddin lahir di daerah Uzbekistan.

Di Turki, di mana banyak orang percaya bahwa Nasruddin dimakamkan di sana, ada sebuah pintu gerbang menuju makamnya dengan kunci gembok yang sangat besar, tanpa dinding di sisi kanan dan kirinya.

Nasruddin seolah mengingatkan bahwa terkadang persoalan terbesar yang kita hadapi ternyata bisa kita pecahkan hanya dengan cara yang sederhana. Hal ini pun seakan menjadi sebuah simbol keanehan hidup yang kerap dia ungkapkan semasa hidupnya.

Dalam bukunya The Sufies, Idris Shah menulis bahwa “cerita-cerita Nasruddin, yang dikenal di wilayah Timur Tengah, merupakan salah satu dari pencapaian terganjil di bidang metafisika. Secara dangkal, kebanyakan dari cerita Nasruddin bisa dilihat sebagai cerita gurauan. Cerita-cerita itu disampaikan berulang-ulang di kedai teh dan karavan-karavan, di rumah-rumah dan radio-radio, di wilayah Asia. Tetapi cerita-cerita Nasruddin dapat pula dipahami pada berbagai tingkat kedalaman. Ada gurauan, humor, moral, dan sesuatu yang bisa membawa potensi kesadaran mistik sedikit lebih jauh dalam menelusuri jalan menuju realitas”.

Konon, cerita-cerita tentang Nasruddin mempunyai daya magis tertentu. Banyak yang percaya jika kita membaca 7 buah saja cerita Nasruddin maka pencerahan akan meliputi jiwa kita. :)

Karakter seperti Hodja yg cerdik dan “memperdaya” ini sebenarnya ada dan tumbuh di antara banyak karakter terkenal di berbagai budaya. Selain Hodja, di dunia Arab dikenal juga nama-nama seperti Abu Nawwas, Hani, Bahlul, dan Juha. Di Amerika ada B’rer Rabbit dan The Appalachian Jack. Ada juga Kama Pua’a (Maui); Bamapana, Namaranganin (Aborigin); Shagdar (Mongol); Kera Sakti (China); Anansi, Yurugy, Eshu-Elegbara, Ti Malice (Afrika); Hassan (Mesir); Prometheus dan Hermes (Yunani); Max and Moritz, (Jerman); Rebekah, Gimpel (Israel); Loki (Swedia); Wak’djuk’aga, Inktomi, Raven, Nanabush, Kmukamch (Indian); Ah Beng (Singapura).

Sedangkan di Indonesia, kita juga mengenal tokoh Si Kabayan, Pak Pandir, Lebai Malang, Man Doblang, Pan Balang Tamak, dan lain-lain.

[entri lama]

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

April 5, 2003

Hantu

Filed under: Personal, Khazanah
Hantu

Tetangga saya bercerita dengan semangat bahwa dua malam yang lalu, sewaktu dia terbangun tengah malam, dia mendengar suara cewek tertawa ngikik beberapa kali. Tengah malami! Menurutnya, diperkirakan suaranya datang dari kebun kosong di depan rumah saya.

“Waah, itu sih kuntilanak!” timpal tetangga yg lain.

Ah, masa sih? Bisa jadi kan, suara itu memang benar-benar suara cewek yg kebetulan lewat sana?

“Jam satu malam? Yang bener aja!”

“Saya pernah lho, liat kelebatan hitam yang perginya ke sumur tua itu!”

“Pasti kuntilanak!!!”

Hiiiii….

Di mana pun, cerita hantu selalu ada. Entah itu di budaya Barat, apalagi di Timur yang tradisi kleniknya masih sangat kental. Dan hantu sudah jadi bagian dari kebudayaan, diakui ataupun tidak. Bisa jadi dia adalah representasi dari ketakutan-ketakutan kita pada segala hal yang berhubungan dengan kehidupan gaib, seperti kematian; wujud ketakutan kita pada apa yang tak terjelaskan tetapi ada dan mengancam…

Dan pada perkembangannya, hantu ternyata sudah menjadi komoditi. Coba lihat di televisi, tak ada satu hari pun yang terlewatkan tanpa acara hantu-hantuan ini. Saking banyaknya, jadinya malah sudah tidak seram lagi. Mungkin kalau kelak saya bertemu dengan hantu sebenarnya, bisa jadi saya malah mengajak salaman, “Eh, kamu yang di tipi itu ya? Minta tanda tangannya doong!” :)

Pernah lihat hantu?

[entri lama]

PINDAH. Pemilik blog ini telah pindah rumah ke http://priatna.or.id. Silakan berkunjung. Mampir juga ya, di situs Silsilah Keluarga, siapa tahu kita bersaudara! :)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here